Antobook

Perjuangan Pohon Bambu

Posted on: Januari 29, 2008


Pada suatu waktu aku merasa sangat jenuh dan bosan dengan kehidupan ini dan ingin berhenti dari semuanya, berhenti dari pekerjaan, hubungan, spiritual….dan berhenti untuk hidup.

Aku pergi ke tengah hutan dan ingin berbicara untuk yang terakhir kalinya dengan Sang Pencipta.

“Tuhan, mohon berikan saya satu alasan untuk tetap hidup & berjuang?”
Ternyata jawaban Maha Pencipta yang Agung sangat mengejutkan…

“Lihat di sekelilingmu, apakah kamu melihat tanaman semak & pohon Bambu?
” Ya” jawabku.
Yang Maha Pencipta mulai bertutur:

“Saat aku menanam benih Semak & Bambu, aku memelihara mereka dengan sangat baik & hati-hati. Aku memberi mereka sinar matahari, menyirami dengan air seadil-adilnya.”
“Tanaman semak tumbuh dengan sangat cepat. Daun-daunnya yang hijau tumbuh rimbun sampai menutupi tanah disekelilingnya. Sedangkan benih Bambu belum memperlihatkan apapun.
Tetapi aku tidak menyerah dan tetap memelihara mereka dengan baik dan adil. Pada Tahun ke-2 tanaman semak tumbuh makin subur, rimbun dan makin bertambah banyak.
Tetapi, benih bambu tetap belum memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan.

Pada tahun ke-3, benih bambu masih sama seperti sebelumnya. Tetapi, tetap Aku tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke-4 masih sama saja.
Aku bertahan untuk tidak menyerah.

Kemudian, pada tahun ke-5, tunas kecil mulai muncul dari benih bambu. Jika dibandingkan dengan tanaman semak, tunas ini sangat kecil dan sepertinya tidak sebanding dengan tanaman semak.

  Tetapi 6 bulan kemudian pohon Bambu tumbuh hingga mencapai ketinggian 100 kaki.
Ternyata Bambu menghabiskan waktu 5 tahun untuk menumbuhkan & menguatkan akarnya. Akar-akar tersebut membuat Bambu menjadi sangat kuat sehingga kokoh menghadapi keadaan alam yang berubah-ubah. Bahkan pohon Bambu sangat berguna untuk kehidupan”
“Aku tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dari kemampuannya kepada ciptaanku”.

Anakku, Apakah kamu sadar, selama ini kamu telah berjuang dan memperkuat akar?”

“Aku tidak menyerah saat menanam benih & memelihara pohon Bambu, begitu juga denganmu.”
“Jangan membandingkan dirimu dengan yang lain. Bambu mempunyai fungsi yang berbeda dengan semak, tetapi tetap mereka membuat hutan menjadi indah.
Waktumu akan tiba dan kamu akan tumbuh dengan tinggi.”

“Tetapi, seperapa tinggi saya harus tumbuh?”
Maha Pencipta menjawab:”Seberapa tinggi pohon Bambu tumbuh?”
“Apakah setinggi kemampuan dan usahanya” tanyaku lagi
“Benar Anakku. Berusahalah sebaik & semaksimal mungkin”.
Kemudian aku pergi meninggalkan hutan dengan membawa kisah ini. Aku harap kisah ini dapat membantumu melihat bahwa Tuhan tidak pernah menyerah untukmu.

—————————————————————————————————–
Jangan pernah menyesali setiap hari dalam hidupmu.
Hari-hari yang baik memberi kebahagiaan; hari-hari yang buruk memberi pengalaman tak ternilai; keduanya sangat berharga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Inspiration In My Life

Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. ( In life, sometimes the more we get what we want not. And when we get what we want, finally, we know that we want sometimes can not make our lives become more happy ).

Calendar Reminder

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategory Any Posts

Anda Pengunjung Yang ke -

  • 20,601 - Trim's For Coming
%d blogger menyukai ini: