Antobook

RI-Malaysia : Bertengkar Hingga Dunia Maya

Posted on: Januari 29, 2008


Perang dunia maya, itulah yang sekarang sedang terjadi di internet, antara para blogger Indonesia dan Malaysia. Perang blog ini, bisa jadi adalah kelanjutan sejarah atas konflik yang selalu mewarnai hubungan kedua negara. Bukan hanya di tingkat pemerintahan, kecurigaan yang bahkan cenderung mengarah kebencian juga menyebar di akar rumput.

Di internet, sejumlah situs dibuat oleh para blogger Malaysia. Isinya, kecaman dan hujatan atas Indonesia. Sebaliknya, blogger asal Indonesia juga menumpahkan kemarahan yang sama.

Hubungan Indonesia-Malaysia, ibarat api dalam sekam. Tahun 60-an, Presiden Soekarno pernah memerintahkan agresi atas Malaysia. Alasannya, negeri jiran itu dianggap sebagai antek imperialisme Inggris.

Bertahun-tahun kemudian, perseteruan kedua negara berlanjut. Kali ini menyangkut dua pulau di bagian terluar Republik, yakni Sipadan-Ligitan. Kasus ini bahkan terpaksa diselesaikan melalui Mahkamah Internasional. Lewat pemungutan suara, akhirnya pengadilan Internasional kala itu memutuskan kedua pulau itu jatuh ke tangan Malaysia.

Klaim wilayah, lagi-lagi memicu ketegangan. Kali ini menyangkut blok Ambalat di laut Sulawesi. Kedua negara, kala itu sempat mengerahkan kapal perang dan pesawat tempur mengitari wilayah sengketa, yang kaya akan cadangan minyak bumi itu. Krisis Ambalat, mendorong munculnya sentimen anti negeri jiran. Di Jakarta, muncul posko pendaftaran relawan ganyang Malaysia. Tak hanya di tanah air, sentimen nasionalisme juga muncul di kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di negeri jiran, akibat konflik Ambalat. Kedutaan besar Malaysia di Jakarta, sempat menjadi sasaran langganan para demonstran.

Bukan cuma wilayah, ketegangan diplomatik kedua negara juga muncul dalam soal hak cipta. Iklan pariwisata Malaysia yang menggunakan latar lagu Rasa Sayange kali ini menjadi sebab. Setelah lagu, giliran berikutnya Reog. Lagi-lagi, pemerintah Malaysia mengklaim sebagai pemilik sah kesenian asal Ponorogo, Jawa Timur itu. Klaim ini, langsung disambut demonstrasi di Jakarta hingga Ponorogo.

Insiden Donald Luther Kolopita, juga sempat memperuncing hubungan kedua negara. Pelatih karate asal Indonesia ini babak belur dianiaya polisi Malaysia, saat mendampingi timnya bertanding di negeri jiran. Perlakuan kasar dari polisi Rela Malaysia juga kerap menimpa para tenaga kerja. Penggeledahan atas apartemen buruh asal indonesia sering disertai perusakan.

Inilah yang membuat sentimen di antara kedua negara makin meruncing. Orang Malaysia, memandang warga Indonesia sebagai pendatang ilegal dan kerap membuat onar. Di sisi lain, orang Indonesia melihat Malaysia sebagai sosok arogan dan tidak menghargai Indonesia sebagai negeri serumpun.

Pasang surut, terus mewarnai hubungan kedua negara. Bukan cuma pemerintah, bibit perseteruan juga mulai muncul di antara warga kedua negara, sebagaimana perang yang terjadi di dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Inspiration In My Life

Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. ( In life, sometimes the more we get what we want not. And when we get what we want, finally, we know that we want sometimes can not make our lives become more happy ).

Calendar Reminder

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategory Any Posts

Anda Pengunjung Yang ke -

  • 20,601 - Trim's For Coming
%d blogger menyukai ini: