Antobook

Ekskul Menjadi Solusi Efektif Menangkal Bullying

Posted on: Februari 6, 2008


Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan siswa seperti tindak kekerasan Geng Gezper atau geng Motor mengundang keprihatinan di kalangan pendidik. Pasalnya, pelaku adalah kaum pelajar yang semestinya tidak pantas melakukan aksi kekerasan tersebut. Namun demikian, para pendidik tidak larut dalam keprihatinan semata. Mereka memiliki solusi yang cukup efektif untuk mengkal aksi kekerasan yang dilakukan oleh siswa kepada sesama siswa lainnya atau bullying.

“Sebenarnya untuk mengantisipasi sikap kekerasan oleh siswa atau bullying ini bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, sebab kegiatan ekskul ini memiliki potensi yang cukup baik untuk menyalurkan emosi-emosi dan bakat siswa,” kata Afrizal Abuzar salah seorang wakil kepala SMAN 46 Jakarta ini.

Menurut Afrizal, kegiatan ekskul memiliki perak yang efektif untuk menyalurkan energy siswa yang berlebihan. Dengan kegiatan ekskul yang menguras tenaga, dan memiliki aturan yang positif, bisa memberikan manfaat kepada peserta ekskul. Manfaat tersebut diperoleh siswa yang mengikuti kegiatan ekskul dalam bentuk penanaman sikap tanggungjawab dan kerjasama dengan anggota ekskul lainnya.

Hal sama juga dikatakan Pembina ekskul di SMP Negeri 280, Juwarto S.Pd. Menurut Juwarto, kegiatan ekskul memiliki peran penting untuk menghilangkan sikap kekerasan yang dilakukan siswa senior khususnya. Pasalnya dalam ekskul, siswa senior difungsikan sebagai pembimbing atau mentor bagi siswa yang baru. Selain itu dalam eskkul tidak ada istilah siswa senior atau junior. Yang ada adalah anggota ekskul yang memiliki tanggungjawab bersama dan harus bekerjasama.

“Di ekskul itu, siswa yang lama menjadi anggota menjadi mentor bagi siswa atau peserta ekskul yang baru, jadi tidak ada istilah inisiasi anggota baru dengan kekerasan,” ujarnya.

Seperti diketahui, aksi kekerasan oleh siswa atau bullying ini menimbulkan korban. Beberapa siswa mengalami luka-luka akibat tindak kekerasan yang dilakukan seniornya. Sebenarnya kasus bullying ini sudah sekian lama terjadi. Tengok kasus kematian seorang pelajar SD di Jawa Timur yang dianiaya temannya hingga tewas beberapa waktu lalu, atau kasus mahasiswa STPDN dan masih banyak lagi sikap kekerasan lainnya yang tidak tercover media massa.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta ketika menerima Mashuri salah seorang siswa SD yang berprestasi pada kejuaraan catur tingkat dunia beberapa waktu lalu mengatakan, kegiatan ekskul bisa dikembangkan untuk membentuk bakat dan mengurangi hal negative dari perkembangan remaja.  Bahkan Kadis Dikdas menghimbau agar sekolah bisa mengembangkan kegiatan ekskul.
“Kegiatan ekskul ini bisa menjadi ajang pengembangan bakat dan minat siswa yang berprestasi,” terangnya.

Salah seorang peserta ekskul Tari Saman di SMAN 46 Marsha mengatakan, tindakan bullying oleh senior di ekskulnya tidak dibenarkan dan tidak ada. Siswa kelas XII ini mengaku kegiatan ekskul bagi peserta baru dilakukan dibawah bimbingan siswa yang sudah lama masuk. Dan hal tersebut tidak dilakukan dengan kekerasan.

“Justru kita belajar mandiri, bekerjasama, bertanggungjawab terhadap tugas kita dan saling toleransi  dengan adik-adik kita yang baru masuk eskul,” terangnya.

Baik Marsha, Afrizal dan Juwarto menolak keras tindakan kekerasan yang dilakukan sesame pelajar. Mereka menuntut agar tindakan kekerasan bisa dihilangkan di sekolah. Hal tersebut dilakukan dengan megoptimalkan kegiatan ekskul dan bimbingan siswa. (Marbawi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Inspiration In My Life

Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. ( In life, sometimes the more we get what we want not. And when we get what we want, finally, we know that we want sometimes can not make our lives become more happy ).

Calendar Reminder

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Kategory Any Posts

Anda Pengunjung Yang ke -

  • 20,601 - Trim's For Coming
%d blogger menyukai ini: