Antobook

Tempo Minta Maaf Soal Cover Shoeharto

Posted on: Februari 6, 2008


Sampul majalah mirip lukisan perjamuan terakhir
Tempo Minta Maaf Soal Cover Soeharto

Cover Majalah Tempo edisi 4-10 Februari mengundang kecaman sejumlah umat Nasrani. Akibatnya, majalah tersebut langsung meminta maaf. Permintaan maaf disampaikan langsung Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Toriq Hadad sebagaimana dilansir tempointeraktif, kemarin (05/02).
Seperti diketahui, dalam edisi no 50/XXXVI/04 – 10 Februari 2008, majalah Tempo memuat laporan khusus mengenai me-ninggalnya mantan Presiden Soeharto. Pada sampul depan dengan judul laporan utama ‘’Setelah Dia Pergi itu’’, digam-barkan Soeharto duduk di sebuah meja dikelilingi anak-anaknya.
Ilustrasi posisi duduk ke-luarga Cendana ini mirip de-ngan lukisan Perjamuan Ter-akhir karya Leonardo da Vinci, yaitu ketika Yesus Kristus du-duk dikelilingi murid-muridnya menjelang penyaliban. Menu-rut Toriq, sama sekali tidak ada niat melecehkan agama dengan ilustrasi tersebut. “Kami mem-buat gambar itu sebagai inter-pretasi atas lukisan Da Vinci, bu-kan mengilustrasikan kejadian di Kitab Suci,” kata Toriq.
Dia menegaskan, sama se-kali tidak bermaksud mele-cehkan atau merendahkan agama mana pun. “Untuk se-gala hal yang tidak berkenan sehubungan dengan pemua-tan sampul tersebut, saya atas nama institusi Tempo meminta maaf,” kata Toriq.
Redaksi majalah Tempo me-nerima berbagai pernyataan keberatan atas pemuatan sam-pul itu. Keberatan dikirimkan melalui email, telepon, mau pun dialog dengan tim redaksi. Delegasi Pemuda Katolik, Per-himpunan Mahasiswa Katolik Indonesia adalah salah satu dari organisasi yang bertemu redaksi majalah Tempo dan menyatakan keberatannya.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Alumni Maha-siswa Katolik Republik Indo-nesia, Hermawi Taslim menga-takan, persoalan tersebut akan selesai jika pihak Tempo konsisten terhadap janjinya. “Persoalan ini kami anggap selesai, kalau Tempo meme-nuhi komitmen,” kata Herma-wi. Politisi PKB ini menutur-kan, dalam dialog selama 1 jam, Tempo berkomitmen un-tuk mengklarifikasi dan me-minta maaf dan berjanji un-tuk tidak mengulangi lagi. Hermawi juga mengatakan, pihaknya tidak meminta ganti rugi kepada MBM Tempo.
“Maaf sudah cukup. Tidak ada ganti rugi dan teman-te-man akan ke daerah untuk men-jelaskan duduk persoalannya, agar tidak terjadi gejolak,” ucap Hermawi.(tmp/dtc) (Harian Komentar,  6 Februari 2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Inspiration In My Life

Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. ( In life, sometimes the more we get what we want not. And when we get what we want, finally, we know that we want sometimes can not make our lives become more happy ).

Calendar Reminder

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Kategory Any Posts

Anda Pengunjung Yang ke -

  • 20,601 - Trim's For Coming
%d blogger menyukai ini: